Penulis : dr. Almarissan Ajeng P, Sp.MK
Sekretaris Prodi S1 Kedokteran
Infeksi saluran pernafasan merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, fungi, mikoplasma, chlamydia, parasit dan sebagainya. Infeksi saluran pernafasan pada anak merupakan masalah global yang berdampak pada kesehatan anak, terutama karena adanya perbedaan iklim, lingkungan dan kebiasaan hidup di berbagai wilayah, tingkat deteksi berbagai patogen saluran pernafasan juga berbeda-beda, sehingga menyebabkan kesulitan besar dalam pencegahan dan pengobatan infeksi saluran pernafasan pada anak. Saat ini, kurangnya data epidemiologi patogen penyebab infeksi saluran pernapasan pada anak di wilayah tersebut mengakibatkan buruknya kinerja sektor kesehatan dalam pencegahan infeksi saluran pernapasan pada anak, dan data epidemiologi patogen penyebab infeksi saluran pernapasan pada anak diperlukan untuk mengetahui kelompok umur yang rentan terhadap patogen dan untuk mengembangkan strategi penggunaan vaksin yang tepat waktu (Long et al., 2024).
Sebuah tinjauan naratif yang membahas mengenai infeksi mikroba patogen pada respirasi menjelaskan penyebab infeksi saluran pernapasan dapat disebabkan oleh virus, bakteri, bakteri atipiik ataupun gabungan virus dan bakteri. Penyakit pernafasan akut yang disebabkan oleh berbagai jenis virus telah diidentifikasi sebagai ancaman kesehatan masyarakat global dan merupakan salah satu penyebab utama kematian pada individu yang rentan. Virus penyebab infeksi pernafasan dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisi asam nukleatnya: virus RNA dan virus DNA. Virus RNA termasuk virus influenza A dan B, virus parainfluenza (PIV), human metapneumovirus (hMPV), virus pernapasan syncytial (RSV) atau dikenal sebagai human ortopneumovirus, virus corona dan human rhinovirus (HRV). Virus DNA yang terlibat dalam infeksi pernafasan termasuk adenovirus (Adv) dan human bocavirus (HBoV) tipe 1. Selama dua dekade terakhir, epidemi infeksi saluran pernapasan sebagian besar disebabkan oleh virus RNA. Bakteri gram positif yang sering menyebabkan infeksi saluran pernafasan adalah Streptococcus pneumoniae, Streptococcus Grup A, Streptococcus agalactiae, Staphylococcus aureus, Mycobacterium tuberkulosis , dan Corynebacterium diphtheriae. Sedangkan bakteri Gram-negatif yang terlibat adalah Bordetella parapertussis, Bordetella pertussis, Bordetella bronchiseptica, Haemophilus Influenzae tipe b, Klebsiella pneumoniae, Acinetobacter baumannii, Pseudomonas aeruginosa dan Legionella pneumophila. Bakteri ini sering berhubungan dengan resistensi antimikroba sehingga dapat menjadi ancaman terbesar bagi kesehatan masyarakat modern (Long et al., 2024).
Berdasarkan data Global Burden of Diseases, Injuries, and Risk Factors Study (GBD) tahun 2019 , bakteri patogen S. pneumoniae merupakan penyebab utama infeksi saluran pernapasan bawah yang fatal dengan 653.000 kematian dan merupakan penyebab kematian terbanyak pada anak-anak berusia kurang dari 5 tahun. Chlamydophila pneumoniae dan M. pneumoniae (MP) adalah patogen umum yang bertanggung jawab pada penyebab pneumonia komunitas di anak-anak. Dua atau lebih patogen pada saluran pernafasan secara klinis bersirkulasi bersama di suatu wilayah tertentu ,maka akan mudah terjadi koinfeksi. Patogen koinfeksi yang paling umum adalah S. pneumoniae, H. influenzae, dan human coronavirus OC43 (HCoV-OC43). Dalam dua kasus, empat patogen (human coronavirus 229E, HCoV-OC43, H. influenzae, dan S. pneumoniae) koinfeksi dengan SARS-CoV-2 (Ikuta et al., 2022).
Melalui pemahaman yang lebih mendalam mengenai berbagai patogen penyebab infeksi saluran napas pada anak, diharapkan pembaca dapat meningkatkan kewaspadaan serta mengambil langkah pencegahan yang sesuai dalam kehidupan sehari-hari.
Keyword: Infeksi, ISPA, anak, influenza, pneumonia
Referensi
- Long, Y., Zheng, Y., Li, C., Guo, Z., Li, P., Zhang, F., et al. (2024). Respiratory pathogenic microbial infections: a narrative review. Int. J. Med. Sci. 21 : 826–836.
- Ikuta, K.S., Swetschinski, L.R., Aguilar, G.R., Sharara, F., Mestrovic, T., Gray, A.P., et al. (2022). Global mortality associated with 33 bacterial pathogens in 2019: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. Lancet 400 : 2221–2248.