Makanan instan dan junk food kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang. Rasanya lezat, mudah didapat, dan cepat disajikan. Namun, di balik kepraktisannya, jenis makanan ini menyimpan dampak serius bagi kesehatan, khususnya terhadap kadar gula darah dan risiko Diabetes Mellitus (DM). Dalam pembelajaran Biokimia Kedokteran Universitas Alma Ata, hubungan antara pola makan, metabolisme glukosa, dan diabetes dipelajari secara sederhana namun mendalam.

Saat kita mengonsumsi makanan, terutama yang mengandung karbohidrat, tubuh akan mengubahnya menjadi glukosa. Glukosa ini berfungsi sebagai sumber energi utama bagi sel. Agar kadar gula darah tetap normal, tubuh menggunakan hormon insulin yang diproduksi oleh pankreas. Insulin membantu glukosa masuk ke dalam sel dan menyimpannya sebagai cadangan energi dalam bentuk glikogen di hati dan otot.

Masalah mulai muncul ketika junk food dan makanan instan dikonsumsi terlalu sering. Makanan ini biasanya mengandung gula sederhana dan karbohidrat yang cepat diserap tubuh. Akibatnya, kadar gula darah meningkat dengan cepat. Untuk mengatasinya, pankreas harus bekerja lebih keras menghasilkan insulin dalam jumlah besar. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, sel tubuh dapat menjadi kurang peka terhadap insulin. Inilah yang disebut resistensi insulin.

Dalam Biokimia Kedokteran Universitas Alma Ata, mahasiswa mempelajari bahwa resistensi insulin menyebabkan glukosa sulit masuk ke dalam sel. Glukosa yang seharusnya disimpan justru menumpuk di dalam darah. Jika terjadi dalam jangka panjang, kondisi ini dapat berkembang menjadi Diabetes Mellitus tipe 2. Selain itu, kelebihan glukosa juga dapat diubah menjadi lemak, sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.

Diabetes Mellitus bukan hanya masalah gula darah tinggi. Penyakit ini dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, seperti gangguan jantung, ginjal, saraf, dan penglihatan. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah yang sangat penting. Melalui pemahaman biokimia, mahasiswa kedokteran diajak menyadari bahwa pilihan makanan sehari-hari memiliki dampak besar terhadap kesehatan tubuh.

Biokimia Kedokteran Universitas Alma Ata menekankan pentingnya ilmu dasar sebagai bekal calon dokter untuk mengedukasi masyarakat. Dengan mengurangi konsumsi junk food, memilih makanan bergizi seimbang, dan menjalani gaya hidup aktif, risiko diabetes dapat ditekan sejak dini. Ilmu biokimia membantu kita memahami bahwa hidup sehat dimulai dari pilihan sederhana di meja makan.