Dari Euforia Garuda ke Kampus: Saatnya Mahasiswa Melawan Sedentari – Program Studi Kedokteran Universitas Alma Ata. Euforia kemenangan Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 masih terasa. Skuad Garuda menjadi juara setelah mengalahkan Thailand 4-2 lewat adu penalti pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026) malam, setelah kedua tim bermain imbang 2-2 selama 120 menit. Laga itu menunjukkan bahwa stamina, disiplin, dan kebugaran adalah fondasi sebuah kemenangan.
Namun, semangat olahraga tidak cukup berhenti di tribun atau layar kaca. Banyak mahasiswa justru menjalani gaya hidup sedentari: duduk berjam-jam di kelas, menatap laptop untuk mengerjakan tugas, lalu menutup hari dengan menggulir media sosial. Kebiasaan ini meningkatkan risiko gangguan metabolik seperti obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2 sejak usia muda.
Menjawab persoalan tersebut, Himpunan Mahasiswa Kedokteran (HIMADOK) Fakultas Kedokteran UAA menggelar kuliah umum bertema “Melawan Sedentari: Strategi Bergerak Mahasiswa untuk Kesehatan Metabolik di Tengah Kesibukan Mahasiswa”. Kegiatan ini menghadirkan dr. Alfan Nur Asyhar, AIFO-K, sebagai narasumber.
Dalam pemaparannya, dr. Alfan menekankan bahwa bergerak tidak harus menunggu waktu luang. Strategi sederhana dapat diselipkan dalam rutinitas harian, misalnya berdiri dan meregangkan tubuh setiap 30–60 menit, memilih tangga ketimbang lift, berjalan kaki di area kampus, serta menargetkan aktivitas fisik intensitas sedang minimal 150 menit per minggu. Kebiasaan kecil yang konsisten jauh lebih berdampak daripada olahraga berat yang hanya dilakukan sesekali.
Kemenangan Garuda menjadi pengingat bahwa prestasi lahir dari tubuh yang bugar. Bagi mahasiswa, “pertandingan” sesungguhnya adalah melawan kebiasaan duduk terlalu lama. Mari jadikan euforia ini momentum untuk mulai bergerak, demi kesehatan hari ini dan masa depan.
dr. Anandita Winadira., M.Biomed.