Glucagon-Like Peptide-1 (GLP-1) – Program Studi Kedokteran Universitas Alma Ata.  Glucagon-like peptide-1 (GLP-1) adalah hormon incretin yang disekresikan oleh sel L usus sebagai respons terhadap asupan makanan. Hormon ini meningkatkan sekresi insulin secara bergantung glukosa, menekan sekresi glukagon, memperlambat pengosongan lambung, dan meningkatkan rasa kenyang untuk membantu mengatur glukosa darah dan berat badan. Untuk penggunaan terapeutik, dibuat agonis reseptor GLP-1 (GLP-1 RA) yang lebih stabil daripada GLP-1 endogen yang cepat terdegradasi oleh enzim DPP-4.

Cara Kerja

GLP-1 RA bekerja dengan mengikat dan mengaktifkan reseptor GLP-1 pada sel β pankreas, meningkatkan sekresi insulin saat kadar glukosa tinggi, serta menghambat sekresi glukagon yang menurunkan produksi glukosa hati. Selain itu, mereka memperlambat pengosongan lambung, yang membantu mengurangi lonjakan glukosa setelah makan, dan merangsang rasa kenyang melalui efek pada pusat saraf.

Indikasi Pemberian

Indikasi utama GLP-1 RA adalah:

  1. Diabetes Mellitus Tipe 2 (T2DM): sebagai terapi add-on atau lini kedua bila metformin tidak mencukupi.
  2. Obesitas / Berat Badan Berlebih: beberapa GLP-1 RA disetujui untuk terapi obesitas karena efek penurunan berat badan.
  3. Pengurangan Risiko Kardiovaskular: sejumlah GLP-1 RA menunjukkan manfaat penurunan kejadian kardiovaskular pada pasien T2DM.

Selain itu, bukti sedang berkembang tentang manfaat pada penyakit hati berlemak non-alkohol (MASH) melalui penurunan fibrose hati dan perbaikan sensitivitas insulin, serta pengaruh modulator inflamasi pada penyakit komorbid metabolik.

Kontraindikasi dan Peringatan

Kontraindikasi utama adalah riwayat pribadi atau keluarga medullary thyroid carcinoma (MTC) atau multiple endocrine neoplasia tipe 2, karena risiko C-cell tumors yang dicatat di label obat akibat temuan pada hewan. Peringatan tambahan termasuk waspada terhadap riwayat pankreatitis atau gangguan pankreas, karena beberapa laporan awal menunjukkan potensi risiko pankreatitis (walau bukti klinis besar tidak konsisten).

Efek Samping Umum

Efek samping yang paling sering adalah gangguan gastrointestinal seperti mual, muntah, dan diare. Mekanisme ini umum terjadi karena keterlibatan GLP-1 terhadap motilitas saluran cerna.

Penggunaan Off-Label

Penggunaan off-label yang sedang diteliti termasuk:

  1. Penambahan GLP-1 RA pada Diabetes Tipe 1 untuk membantu mengurangi berat badan dan mengurangi kebutuhan insulin, meskipun bukti variatif ada pada literatur.
  2. Potensi manfaat pada gangguan kardiometabolik dan inflamasi lain (mis. psoriasis) juga sedang dievaluasi.

Kesimpulan

GLP-1 RA merupakan inovasi penting dalam manajemen T2DM dan obesitas yang bekerja melalui beberapa mekanisme metabolik dan pusat. Mereka juga menunjukkan potensi manfaat kardioprotektif dan renoprotektif. Pemilihan terapi harus mempertimbangkan kontraindikasi, profil efek samping, serta kemungkinan manfaat tambahan untuk kondisi komorbid.

Referensi :

  1. Armstrong, M.J., Gaunt, P., Aithal, G.P., Barton, D., Hull, D., Parker, R., Hazlehurst, J.M., Guo, K., Abouda, G., Aldersley, M.A. and Stocken, D. (2016) ‘Liraglutide safety and efficacy in patients with non-alcoholic steatohepatitis (LEAN): a multicentre, double-blind, randomised, placebo-controlled phase 2 study’, The Lancet, 387(10019), pp. 679–690.
  2. Drucker, D.J. (2018) ‘Mechanisms of Action and Therapeutic Application of Glucagon-like Peptide-1’, Cell Metabolism, 27(4), pp. 740–756.
  3. Marso, S.P., Daniels, G.H., Brown-Frandsen, K., Kristensen, P., Mann, J.F.E., Nauck, M.A., Nissen, S.E., Pocock, S., Poulter, N.R., Ravn, L.S. and Steinberg, W.M. (2016) ‘Liraglutide and Cardiovascular Outcomes in Type 2 Diabetes’, The New England Journal of Medicine, 375(4), pp. 311–322.
  4. Nauck, M.A. and Meier, J.J. (2019) ‘Incretin hormones: Their role in health and disease’, Diabetes, Obesity and Metabolism, 21(Suppl 1), pp. 5–21.
  5. Wilding, J.P.H., Batterham, R.L., Calanna, S., Davies, M., Van Gaal, L.F., Lingvay, I., McGowan, B.M., Rosenstock, J., Tran, M.T.D., Wadden, T.A. and Wharton, S. (2021) ‘Once-Weekly Semaglutide in Adults with Overweight or Obesity’, The New England Journal of Medicine, 384(11), pp. 989–1002.

Penulis : dr. W Destiathree S, M.Biomed