Harga Minyak Dunia Naik-Turun Seperti Orang Kena Malaria — Ini Fakta Medisnya – Program Studi Kedokteran Universitas Alma Ata. Dalam pembukaan Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 di Jakarta, Rabu (19/8/2026), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberi perumpamaan menarik soal harga minyak dunia yang sangat tidak menentu: bisa turun pagi hari lalu naik lagi di malam harinya. Kondisi itu digambarkan “seperti orang sakit malaria”.
Perumpamaan ini menarik karena pola naik-turun demam malaria memang punya istilah medis tersendiri: demam paroksismal. Berikut penjelasannya.
Demam paroksismal adalah gejala klasik malaria yang muncul berulang secara siklik, bukan menetap. Satu episode terdiri dari tiga tahap (trias malaria): menggigil (tubuh kedinginan meski suhu inti naik), demam tinggi (suhu melonjak, sering disertai sakit kepala), lalu berkeringat banyak hingga suhu turun kembali. Siklusnya berbeda tiap spesies Plasmodium: setiap 48 jam pada malaria tertiana (P. vivax, P. ovale), setiap 72 jam pada malaria kuartana (P. malariae), sementara malaria tropika (P. falciparum) dan knowlesi cenderung tidak berpola tetap serta paling berisiko menjadi berat.
Selain trias demam-menggigil-berkeringat, gejala penyerta meliputi sakit kepala, nyeri otot, mual, muntah, diare, dan lemas. Pada malaria berat bisa muncul penurunan kesadaran, kejang, anemia berat, kulit menguning, hingga gagal ginjal — kondisi darurat yang butuh penanganan segera.
Pencegahan
- Tidur menggunakan kelambu berinsektisida
- Memakai repelen anti-nyamuk, terutama malam hari
- Mengenakan baju dan celana lengan panjang saat keluar malam
- Memasang kawat kasa di ventilasi rumah
- Membersihkan genangan air agar nyamuk tak berkembang biak
- Berkonsultasi ke dokter soal obat pencegahan sebelum bepergian ke daerah endemis
Kementerian Kesehatan juga menjalankan distribusi kelambu massal dan pemberian obat pencegahan massal di wilayah endemis tinggi, sebagai bagian target Indonesia bebas malaria pada 2030.
Diagnosis dipastikan lewat pemeriksaan darah (mikroskopis atau tes cepat/RDT), lalu diberikan Obat Anti Malaria berbasis kombinasi artemisinin (ACT) sesuai jenis parasit. Kasus berat ditangani dengan artesunat injeksi atau kina infus di rumah sakit. Evaluasi dilakukan pada hari ke-3, 7, 14, 21, dan 28 untuk memastikan parasit hilang dari darah. Pengobatan wajib dengan resep dokter, bukan swamedikasi.
Segera ke fasilitas kesehatan bila demam muncul setelah bepergian ke daerah endemis dalam 48 jam terakhir, apalagi disertai tanda malaria berat.
Penulis : dr. Anandita Winadira, M.Biomed
Sumber
- Liputan6.com — Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Malaria, Pagi Turun Malam Bisa Naik
- CNN Indonesia — Bahlil: Harga Minyak Dunia Seperti Orang Sakit Malaria
- Kementerian Kesehatan RI — Kenali Apa itu Malaria: Gejala, Pencegahan dan Pengobatan
- Kementerian Kesehatan RI — Cegah Malaria dengan Kelambu Berinsektisida
- Kementerian Kesehatan RI — Cegah dan Kendalikan Malaria
- WHO / Kementerian Kesehatan RI — Buku Saku Tatalaksana Kasus Malaria
- Alomedika — Diagnosis Malaria
- Alomedika — Malaria: Patofisiologi, Diagnosis, Penatalaksanaan
- Alomedika — Profilaksis Malaria
- RS Akademik UGM — Penyakit Malaria: Gejala, Bahaya, dan Pencegahan