Penguatan Mutu Perguruan Tinggi, Universitas Alma Ata Perkuat Strategi Menuju Program Studi Kesehatan Terakreditasi Unggul – Program Studi Kedokteran Universitas Alma Ata. Universitas Alma Ata (UAA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi melalui penyelenggaraan Workshop “Penguatan Mutu Perguruan Tinggi Melalui Strategi Peningkatan Mutu Program Studi Kesehatan Terakreditasi Unggul Universitas Alma Ata” yang dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026. Kegiatan ini menghadirkan narasumber berpengalaman di bidang penjaminan mutu pendidikan tinggi, Dr. Arum Atmawikarta, SKM, MPH.
Workshop tersebut diikuti oleh jajaran pimpinan Fakultas Kedokteran dan Ilmu-Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Alma Ata, mulai dari Dekan dan Wakil Dekan, para Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi), Unit Pengembangan Fakultas (UPF), hingga anggota Kantor Jaminan Mutu (KJM). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat pemahaman dan menyusun langkah-langkah konkret dalam mempertahankan serta meningkatkan mutu program studi kesehatan menuju capaian akreditasi unggul.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Alma Ata, Prof. dr. Hamam Hadi, MS., Sc.D., Sp.GK, menegaskan bahwa mutu merupakan fondasi utama dalam pengembangan perguruan tinggi yang berdaya saing dan berkelanjutan. Menurutnya, akreditasi unggul bukan hanya sekadar capaian administratif, melainkan representasi dari budaya mutu yang harus tertanam dalam setiap aspek penyelenggaraan pendidikan.
“Mutu harus menjadi budaya yang hidup dalam setiap aktivitas akademik maupun nonakademik. Akreditasi unggul bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari proses peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Melalui workshop ini, saya berharap seluruh pengelola program studi dapat semakin memahami strategi yang efektif untuk menjaga standar mutu dan terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Prof. Hamam Hadi.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. Arum Atmawikarta menjelaskan berbagai strategi yang dapat diterapkan oleh program studi kesehatan untuk mencapai dan mempertahankan predikat unggul. Ia menekankan pentingnya implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang berjalan secara konsisten, berbasis data, dan didukung oleh evaluasi berkelanjutan.

Menurut Dr. Arum, keberhasilan suatu program studi dalam meraih akreditasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam membangun ekosistem mutu yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, hingga mitra eksternal harus memiliki peran yang jelas dalam proses peningkatan mutu.
“Program studi yang unggul adalah program studi yang mampu menunjukkan budaya mutu dalam praktik sehari-hari. Data yang valid, evaluasi yang berkesinambungan, tata kelola yang baik, serta komitmen seluruh sivitas akademika menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pendidikan,” jelasnya.
Selain membahas strategi akreditasi, workshop juga menjadi ruang diskusi mengenai tantangan yang dihadapi program studi kesehatan di era transformasi pendidikan tinggi. Para peserta aktif berdiskusi terkait pengelolaan kurikulum berbasis capaian pembelajaran, peningkatan kinerja dosen, penguatan kerja sama institusi, hingga optimalisasi luaran tridarma perguruan tinggi.
Melalui kegiatan ini, Universitas Alma Ata berharap seluruh unit kerja dapat memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya budaya mutu dan mampu menerjemahkannya ke dalam program kerja yang terukur. Workshop ini sekaligus menjadi langkah nyata Universitas Alma Ata dalam memperkuat tata kelola pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berorientasi pada pencapaian standar terbaik guna menghasilkan lulusan tenaga kesehatan yang kompeten dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Penulis : dr. Anandita Winadira, M.Biomed